Hercule Poirot’s Moustache Bookmark

Belakangan ini, saya mempunyai sebuah hobi baru, membaca novel! Sebelumnya, saya tidak pernah tertarik membaca novel karena novel bagaikan buku pengantar tidur. Bukannya saya tidak suka membaca karena saya sangat suka membaca komik (saya juga selalu membaca koran dan majalah), tapi hanya dengan melihat buku setebal 2 – 3 cm yang hanya berisi tulisan dan tulisan langsung membuat saya capek. Karena itu, saya kesulitan saat harus menulis tesis untuk tahun terakhir kuliah karena untuk menulis sebuah tesis, seorang harus banyak (sangat banyak, malah) membaca karya tulis banyak orang. Teman-teman saya hanya membutuhkan maksimum 2 minggu untuk memahami isi buku, sedangkan saya membutuhkan paling sedikit 2 bulan untuk hanya membacanya (banyak kosa kata sulit terdapat dalam buku-buku tersebut).

Recently (It has almost been a year, actually), I have become an addict to novels. I had never been interested in reading novels before because seeing a book filled only with text has never failed in making me sleepy. Not that I don’t enjoy reading (I am a big fan of manga and I like reading newspaper and magazines as well), but just seeing a thick book with hundred of pages containing only plain text tires me. That’s why I had a hard time when I was doing my thesis for my final year as writing one needs a lot, LOT LOT of reading. My peers just needed 2 weeks, the MOST, to read and understand a book, while I need, at LEAST, 2 months, to just read one (busy looking up words on dictionary for most of the time; I had to do a lot of checking when the author started using difficult alien terms, which sometimes I am not even certain if it is English).

Bulan Juli tahun lalu adalah pertama kalinya bagi saya untuk berinisiatif membeli sebuah novel dan berhasil membacanya sampai selesai. Saya suka buku berlatar misteri detektif dan tentu saja sangat, sangat ingin membaca karya terkenal Sir Conan Doyle, Sherlock Holmes. Sayangnya, novel Sherlock Holmes sangat sulit bagi saya, saya mencoba membacanya dan putus di tengah jalan. Setelah itu, adik laki-laki saya menyarankan saya untuk membaca novel misteri berjudul “And There Then Were None” yang mana ditulis oleh novelis misteri yang tak kalah terkenalnya dengan Sir Conan Doyle, Mrs. Agatha Christie! Dan saya berhasil menyelesaikannya dalam waktu satu hari.

Last year, July, was the first time for me to pick up a novel and finish reading it properly. I love mystery when it comes to reading genre and of course I have always wanted to read Sherlock Holmes, but the sad fact (for me) is that it’s a COLLECTION of novels. Nevertheless, I gave it a try and as expected, I gave up half way. The language, terms used are simply too difficult for me (I think it’s using the old style of English) and that’s when my little brother recommended me reading another famous mystery novel written by Agatha Christie titled “And Then There Were None”. It took me just one day to finish the whole book.

Setelah membaca beberapa karyanya, saya menjadi sangat tertarik dengan karakter protagonis, detektif Belgia Monsieur Hercule Poirot yang diciptakan Agatha Christie. Saya menjadi lebih sering membaca novel seri Poirot ketimbang karya lainnya. Seiring bertambahnya novel yang ingin saya baca, saya pun menyadari bahwa saya membutuhkan sebuah pembatas buku untuk itu (saya tidak pernah membeli pembatas buku untuk membaca komik, koran atau majalah, tentunya). Dengan ini, saya pun memutuskan untuk membuat sendiri sebuah pembatas buku dimulai dari mencari inspirasi di internet dan buku. Banyak pembatas buku bagus yang saya temukan di situs Pinterest, dan saya menemukan sebuah pembatas buku yang digunakan pada sudut halaman yang disebut “corner bookmark” (saya selalu mengira pembatas buku akan selalu berbentuk persegi panjang yang dihiasi kata-kata inspiratif ataupun gambar-gambar lucu, saya jadi malu setelah melihat begitu banyak hal yang tidak saya ketahui).

After reading a few books of hers, I couldn’t help but growing to like the little Belgian detective, Hercule Poirot, more and more. And since I am a ‘beginner’ in novel reading, I’ve never purchased a bookmark before (I don’t use bookmark when reading manga or newspaper or magazines, obviously), so I decided to make a bookmark for my new hobby. There are a lot of interesting, creative and pretty bookmark tutorials in Pinterest and I noticed something called ‘corner bookmark’ (I’ve always thought a bookmark should look like a piece of rectangular cardboard with cool words or cute images on it). I love their ideas so much, a heart-shaped corner bookmark made out of origami or a monster biting the corner of the page; I’m ashamed for being such an ignorant about all these great things that people made out there.

(Saya merasa telah menulis karangan yang panjang) Akhirnya saya membuat sebuah pembatas buku sudut ini dengan inspirasi kumis terkenal dari Poirot. Saya memilih untuk membuat templatenya di Adobe Illustrator daripada digambar tangan (saya pecinta segala hal yang simetris, ya, seperti Poirot!) 

Long talk. I made myself a corner bookmark and thought of using Poirot’s famous moustache on it (what can one think of Hercule Poirot if not for his big moustache?) I drew the moustache on Illustrator to get a symmetrical shape (another reason why I love Poirot, for his principal that everything has to be symmetrical).

corner bookmark and the moustache

Material dan Peralatan:

kertas hitam, lem, dan gunting/cutter.

Ukuran pembatas buku yang saya buat adalah 5 cm x 5 cm.

Materials & Tools:

paper, glue and scissors/cutter.

The size I made is about 5 cm x 5 cm for the little square, the bookmark itself.

applying the glue

Gunting sebuah segitiga dengan ukuran panjang 5 cm untuk sisi kiri dan kanannya (saya melakukannya dengan memotong sebuah persegi berukuran 5 cm x 5 cm secara diagonal) dan beri jarak 0.5 cm berlebih sebagai tempat di mana lem akan dioleskan.

Cut a square diagonally to get the triangle and give extra 0.5 cm for each of the 5 cm side. The extras are where the glue will be applied to.

assembling

Buat sebuah persegi berukuran 5 cm x 5 cm dan tempelkan segitiga tadi di atasnya, inilah yang akan menjadi pembatas bukunya.

Stick the triangle on top of another rectangle and you get a corner bookmark!

applying the glue on the back of the moustache

Oleskan lem pada kumisnya (depan atau belakang).

Put some glue at either front or back of the moustache.

moustache on the bookmark

Tempelkan kumis di atas segitiga dan selesai!

Stick it on top of the triangle! Done!

moustache bookmark

Pengakuan:

Bentuk kumisnya simetris saat berada di layar komputer dan saat tercetak keluar, tapi sayangnya setelah digunting, bentuknya tidak simetris seperti yang saya inginkan.

Confession:

The moustache is symmetrical on the computer screen and print out but sadly, it is not after my hand cut it out from the print out.

onel

Tip Junkie handmade projects

14 thoughts on “Hercule Poirot’s Moustache Bookmark

  1. The gadget is now open for downloading themes, video games and appliances and extensions.
    1 is the Winterboard app, which enables you to see the
    battery degree indicator icon. Well, you don’t have to be concerned about that any longer.
    cydia themes recently posted..cydia themesMy Profile

  2. Pingback: Mustache Bookmark Instructions | CraftyMcGee

  3. Pingback: 15 Back-to-School Projects {DIY Ideas}

    • Halo Fian! Makasih :D Saya juga baru-baru ini jadi penggila novel. Tepatnya sih jadi fans berat Agatha Christie :3

      Salam kenal yah! :D

  4. Pingback: DIY: Marcador de página (parte I) | Quase Vintage

  5. Pingback: Youtube Tutorial: The Bookmark I Use for My Kindle for a Dollar |

  6. Pingback: DIY: moustache bookmarks « Live while we're young

  7. Pingback: 365/197. ötlet – Bajuszos könyvjelző | homeLOVE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge