Light Theremin

theremin

Sebentar lagi hari ultah seorang teman akan tiba. Teman ini adalah salah satu teman seapartemen saya saat studi di Singapura dan kebetulan kami kuliah di tempat yang sama; saat itu dia mengambil jurusan musik klasik.

Another birthday is coming! The birthday girl was one of my housemates during my oversea study in Singapore and we happened to go to the same college. She was majoring in classical music back then.

Saat masih kuliah, kami selalu merayakan ulang tahun setiap penghuni apartemen kami (yang berjumlah 14 orang), member hadiah, yang tentu saja diikuti acara makan-makan bersama. Tapi, ritual makan yang kami lakukan selalu disertai dengan makanan yang paling ditakuti (dibenci) yang berulang tahun, entah itu mentimun, jamur, keju atau yang lainnya (ada yang membenci mangga -_-“). Kami mengabadikan momen-momen tersebut dalam bentuk foto ataupun video untuk kembali ditertawakan nantinya.

During my college life, the whole ‘inhabitants’ of the apartment would celebrate everybody’s birthday together every year, give a present that we all think that the birthday girl “may” have wanted to have (gift clue: our own opinion + observation + available BUDGET ) and yes, food. But, unfortunately, we don’t serve birthday cakes, noodles, turkey or ‘food that is supposed to have at a birthday party’, we only serve food that is considered as horror food to the birthday girl. We recorded the whole eating process and laugh at it later. The face expressions were just priceless.

Untuk tahun ini, saya memutuskan untuk membuat theremin karena kami sama-sama tertarik dengan theremin saat melihatnya di sebuah acara di TV beberapa tahun yang lalu. Saya pernah sedikit belajar dasar-dasar elektronik saat masih kuliah dan dengan dibantu dengan tutorial-tutorial yang tersebar di internet, saya membuat theremin ini.  Tutorial yang saya pakai berasal dari makezine, http://bit.ly/oPJi0d. Bila ada yang tidak pernah mendengar tentang theremin, boleh dibaca di http://id.wikipedia.org/wiki/Theremin.

I decided to make a theremin as a gift this year, as both of us have been interested in theremin since we saw one on a TV show 3 or 4 years ago. I did learn basic electronics during college, but has never had the chance to actually make one myself although there are lots of theremin tutorials available in the internet. I made this one through a tutorial from makezine, http://bit.ly/oPJi0d. In case you don’t know what a theremin is, you can read it up on http://en.wikipedia.org/wiki/Theremin just to get the gist of it.

circuit try out on breadboard

Seperti yang tertera pada judul post ini, theremin ini tidak menggunakan antena untuk menghasilkan sinyal elektrik seperti layaknya theremin yang pertama kali dikembangkan, tetapi theremin ini menggunakan intensitas cahaya sebagai data yang kemudian diubah menjadi suara. Theremin cahaya ini dapat menghasilkan banyak jenis suara hanya dengan memberinya intensitas cahaya yang berbeda. Pemain dapat meletakkan tangan di atas sensor cahaya yang terdapat pada theremin ini sampai tidak ada cahaya sama sekali yang diterimanya atau menyinarinya dengan senter super terang atau mungkin hanya diletakkan di luar rumah dan membiarkannya ‘bernyanyi’ menurut intensitas cahaya matahari.

As the title stated, this theremin is using light intensity as the ‘data’ instead of using antennas that produce electrical signals, which then turn into sounds as a real theremin does. Light theremin allows you to listen to different kinds of sound by giving it different level of brightness; you can place your hand on top of the photo resistor to cast a dark shadow and prevent it to get any light, shine it with a super powerful torchlight, or simply put it outside and let it ‘sing’ from day to night.

Dengan tutorial dari makezine yang sangat jelas dan mudah untuk diikuti, sirkuit theremin ini sangat mudah dibuat.

The step by step tutorial from makezine is clear and precise making it easy to understand the whole circuit set up.

Bahan:

1. Elektronik:
– IC 555 [x1];
– 10kΩ resistor [x 1];
– 1MΩ resistor [x 1];
– LDR;
– 0.22 µF capacitor [x 2];
– 100 µF electrolytic capacitor [x 1];
– 8Ω speaker [x 1];
– baterai AA [x 4];
– IC proto board/breadboard [x 1];
– kabel.
2. Non elektronik:
– pipa PVC;
– kain flanel;
– kertas karton;
– resistor (saya menggunakannya sebagai pegangan laci);
– pita.

Peralatan:

1. mesin solder + solder;
2. gunting kabel;
3. tang;
4. jarum + benang;
5. lem;
6. cutter/gunting.

Materials:

1. Electronics:
– IC 555 [x 1];
– 10kΩ resistor [x 1];
– 1MΩ resistor [x 1];
– LDR;
– 0.22 µF capacitor [x 2];
– 100 µF electrolytic capacitor [x 1];
– 8Ω speaker [x 1];
– AA battery [x 4];
– IC proto board/breadboard [x 1];
– wires.
2. Craft:
– PVC pipe;
– felt;
– cardboard;
– resistors ( I used them as the drawer holder);
– ribbon.

Tools:

1. soldering iron + solder;
2. wire cutter;
3. plier;
4. needle + thread;
5. glue;
6. cutter/scissors.

 

working circuit soldered together

Setelah memastikan sirkuit ini dapat menghasilkan suara dan semua kabel telah terhubung dengan benar, saya memindahkan rangkaian tersebut dari breadboard (semacam papan sirkuit yang tidak perlu disolder, sering digunakan untuk pengujian sirkuit) ke proto board, mensolder semua kabel yang diperlukan dan menguji sekali lagi sebelum dimasukkan ke dalam pipa PVC. LDR (sensor cahaya) terletak di atas pipa PVC untuk memudahkan interaksi dengan pemain.

After making sure every component is connected correctly, I moved the whole thing on a proto board and soldered them altogether and made another test before sealing it inside the PVC pipe. I had the LDR on top of the pipe for easy interaction.

photo resistor on top

Dapat dilihat pada foto di atas, sebuah benda berbentuk lingkaran teletak di atas pipa yang merupakan sensor cahaya tersebut. Sensor ini akan bekerja sebagai penganalisa intensitas cahaya untuk rangkaian theremin ini. Terdapat juga sebuah tombol di samping untuk menyalakan dan mematikan aliran listrik dari baterai.

The small circular plastic thing on top of the pipe is the photo resistor, which acts as light intensity analyzer. I had a switch beside for turning the power supply on and off.

speaker sitting on the table

Pipa PVC berisi rangkaian ini didudukkan di atass struktur berbentuk meja berlaci yang terbuat dari kertas karton. Laci tersebut digunakan sebagai tempat menyimpan baterai yang digunakan theremin. Sebuah speaker juga didudukkan di atas meja di belakang pipa PVC untuk menghasilkan suara dari theremin. Pipa PVC putih yang awalnya berwarna putih ditutupi dengan kain flanel yang dihiasi ucapan selamat dari jahitan benang.

The pipe stands on a table made out of cardboard with a drawer to store the batteries and a speaker rested on top of it. I had the pipe covered with felt that has a birthday greeting stitched on it.

Pengakuan:

Saya memutuskan untuk menutupi pipa PVC dengan kain flanel karena pada tercetak merek produksi di sepanjang pipa tersebut. Saya punya pengalaman buruk saat melakukan spray warna dan saya adalah pelukis/pewarna/pengecat (apapun namanya) terburuk di dunia.

Confession:

I decided to cover the pipe with felt because the pipe has the brand printed on the whole length of the pipe, I had a bad experience in spraying and I am the world most terrible painter.

onel

One thought on “Light Theremin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge