Dream Eater Case

Bulan lalu, untuk pertama kalinya saya membeli sebuah perangkat elektronik dengan uang sendiri. Kenyataan memalukan memang, bahwa semua perangkat elektronik yang saya punya merupakan hadiah dari orang tua (yang mana membuat saya sangat berterima kasih pada mereka). Tapi, karena saya sudah mulai bekerja sekarang, saya sudah harus bisa belajar menabung supaya bisa membeli barang-barang yang saya inginkan.

Exactly a month ago, for the first time in my life, I bought a gadget on my own. An embarrassing fact it is that up until now, every electronic device I own is bought by my parents (I could have never thanked them enough). Now that I have started working (a proper daily job), it’s time for me to start saving my pay to fulfill my little looooong wishlist.

Ayah saya, selama setengah tahun lebih, bersikeras membujuk saya untuk segera mengganti telepon genggam yang sedang saya gunakan. Jujur, saya sendiri kalau melihat hp saya, selain modelnya yang sudah ketinggalan zaman bila dibandingkan dengan smart phone yang sekarang lebih banyak digunakan, hp tersebut juga bisa hancur jadi 3 atau 4 bagian (telepon, baterai, kartu SIM, dan tombolnya) bila saya secara tak sengaja menjatuhkannya ke lantai (hal ini terjadi cukup sering di tempat umum dengan bunyi yang cukup keras dan membuat semua orang melihat ke arah saya dan telepon saya dengan tatapan iba).

For at least half a year, my parents, particularly my dad has been encouraging me to buy a new phone (I’m a stubborn kid). Honestly, I am aware that my previous phone is sort of an out-of-date phone compared to the present smart phones that are owned by almost anyone. My phone will fly apart to 3 pieces (the phone, battery and SIM card) or sometimes 4 parts (with the keypads) whenever I accidentally drop it to the floor (which happens quite often, in a public space, giving out a loud noise that leads to everybody staring at me and my broken phone in a pitiful way).

Akhirnya saya menyerah dan memutuskan untuk membeli yang baru (gambar di atas, merk. Blackberry) dan hanya dalam waktu kurang dari 2 minggu, saya kembali menjatuhkan telepon genggam baru ini :( dan membuat sudutnya lecet. Saya berpikir untuk segera melindungi hp ini dari bahaya lain yang mengancam dan itulah cerita panjang di balik kantung hp yang simpel ini.

In the end, I gave up and decided to just buy a new phone (the one above, it’s a Blackberry) and in less than two weeks after the purchase, I (again) accidentally dropped it on the floor and made a scratch on the edge (I think I have a pair of clumsy hands). I thought I’ve got to have something to protect my phone from now on and that’s the long story behind the making of this simple phone case.

Saya teringat sebuah klip musik animasi yang saya tonton beberapa tahun lalu yang berjudul “Yumekui” (secara harfiah berarti pemakan mimpi) yang dibawakan penyanyi Jepang, Otsuka Ai dan saya suka banget dengan tapir yang diartikan sebagai pemakan mimpi dalam video tersebut.

I remembered an animated music video that I watched a few years ago titled “Yumekui” (lit. dream eater) sung by a Japanese singer, Otsuka Ai and I like the little tapir in the video that is referred as the dream eater.

Bahan dan peralatan:

1. Flanel;
2. Kapas;
3. Gunting;
4. Jarum dan benang;
5. Tali elastis.

 

Materials and tools:

1. Felt;
2. Cotton;
3. Scissors;
4. Needle and threads;
5. Elastic string.

 

Langkah pertama adalah menggunting 2 lembar flanel putih (ukuran sesuai ukuran telepon genggam) dan 1 lembar flanel hitam yang bentuknya disesuaikan dengan area hitam pada badan tapir, tapi warna dan bentuknya tidak terbatas, anda selalu boleh membuat tapir biru bertotol-totol).

First step would be cutting 2 pieces of rectangular white felt (size is based on the dimensions of the cellphone) and 1 piece of black felt that is shaped accordingly (for the black area of the body, but, colors and shapes are of course, up to one’s preferences, you can always have a blue dotted tapir like a dalmatian, now, does that look like a tapir?).

Gambarlah secara kasar bentuk kepala tapir pada bagian belakang flanel (arah bayangan cermin).

Sketch the head of the tapir at the back side of the felt (mirror reflection direction).

Mulailah menjahit dengan mengikuti garis-garis tadi.

Start stitching using a white thread (or any color you like) by following the lines.

Metode yang sama digunakan pada bagian belakang badan tapir.

The same method goes for the later part of the body.

Gabungkan kedua bagian tersebut.

Join the 2 parts together.

Saya membuat sebuah bintang pada bagian depan kantung hp ini. Bintang ini akan digunakan sebagai cantolan tali elastis.

I have a star attached in front of the case. This will act as a hook for the elastic string.

Flanel berbintang akan saya gunakan sebagai bagian depan kantung dan flanel dengan tapir sebagai bagian belakangnya.

I treat the side with the star as the front cover and the side with the dream eater as the back cover.

Masukkan segenggam kapas pada bintang supaya dapat menyerupai sebuah kancing, lalu ukur panjang tali elastis yang diperlukan dan ikatlah sebuah lingkaran simpul.

Make a fluffy star by inserting a bunch of cotton inside and measure the length of the elastic string and tie a loop out of it.

Jahitlah sisi kiri, kanan, dan bawahnya. Kantung hp pun selesai.

Sew the sides (left, right and bottom) together and that’s it. The case is done.

Kantung hp pemakan mimpi dengan telepon genggam di dalamnya.

Dream eater phone case with the cellphone inside.

Saya sedikit bereksperimen dengan kamera yang tengah saya gunakan dan memutuskan untuk berbagi di postingan ini.

I was experimenting with the camera and would love to share a few more pictures I took. =)

Terima kasih telah mampir dan membaca postingan ini. Semoga anda menyukainya!

Thank you for stopping by and reading this post. Hope you like it!

Pengakuan:

Semua kaki tapir seharusnya berwarna hitam dengan hanya badan bagian belakang atas yang berwarna putih. Saya mencoba untuk menyisipkan flanel hitam pada kaki belakangnya, alhasil bentuknya menjadi aneh dan akhirnya saya mencuranginya sedikit dengan membiarkan kaki tapir memiliki dua warna.

Confession:

Tapir legs are supposed to be black, leaving only the upper body parts white. I tried using a piece of black felt just for the back legs. It turned out funny and so I cheated a bit, leaving it as a 2-color legs tapir.

onel

Tip Junkie handmade projects Sew Chatty
As seen on CraftGossip.com

7 thoughts on “Dream Eater Case

    • Hi, miszluuna
      Thank you! I am so glad to hear that you like this case and even happier to actually hear that you make one for yourself too! =)

      P.S. If you took pictures of your creation, it would be nice to share them (would love to see it very much) ;)

  1. Pingback: Dream Eater felt cell phone case tutorial · Felting | CraftGossip.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge